Peluang Menjadi Marketing/ Marketer Syariah | Dapat BERKAHnya, Dapat Pula REJEKInya

Marketing Syariah
1) Kesempatan menjadi marketing/agen Produk Syariah di Kota Anda di Seluruh Indonesia
2) Mendapatkan pelatihan bagaimana memasarkan Produk Syariah dan langsung Closing/ berhasil melakukan penjualan
3) Terbuka Bagi Siapa Saja yang Serius Ingin Bekerjasama (Pria/ Wanita/ Menikah/ Lajang/ Ibu Rumah Tangga/ Berpengalaman/ Belum Berpengalaman/ Lulus Kuliah/ Tidak Lulus Kuliah/ Tidak Kuliah/ Sedang Kuliah)
4) Pengisian Data Lengkap akan Membantu Kami Segera Menghubungi Anda Via HP/ Email
5) Kesempatan Tanya Jawab Akan Diberikan Kesempatan Pada Saat Kami Hubungi
6) Pengisian Data Berikut Ini sebagai Langkah Awal Seleksi Pemilihan Partner Kerja Kami di Kota ANDA
7) Data yang Masuk Hanya Dipergunakan untuk Kepentingan Seleksi Marketing Freelance Kami (tidak diserahkan ke pihak lain)
8) Bukan Penawaran MLM, Money Game, dan Sejenis
9) Marketing Freelance yang Terpilih akan Mendapatkan Coaching/pendampingan Via YM, Facebook, Video,Ebook, Email
10) Kami tidak Memungut Biaya

Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Tahukah anda profesi paling dicari oleh perusahaan?

Tahukah anda profesi paling dicari oleh perusahaan?


Mungkin Anda termasuk salah satu orang yang anti mendengar istilah salesman. Istilah untuk tenaga penjual yang satu ini memang sering mendapat predikat negatif, seperti sering memaksa orang membeli produknya atau mengganggu ketenangan. Karena cap negatif tadi, pada akhirnya banyak orang yang enggan menjalani profesi sebagai salesman.

Tapi, jangan salah. Para salesman ini justru memiliki peran yang sangat besar bagi kelangsungan hidup perusahaan. Para tenaga penjual inilah yang menjadi ujung tombak dari suatu perusahaan. "Mereka adalah orang-orang yang bertugas menjaring pendapatan bagi perusahaan," papar Haryo Utomo Suryosumarto, pendiri dan Managing Director PT Headhunter Indonesia.

Meskipun biasanya disandingkan, profesi sales berbeda dengan profesi marketing. Orang-orang yang menjalani profesi marketing atawa pemasaran biasanya lebih bertanggung jawab pada bagaimana membentuk brand awareness produk atau jasa perusahaan tersebut di masyarakat dengan berbagai strategi.

Sementara orang yang berprofesi sebagai sales akan bertugas mendistribusikan produk atau jasa perusahaan ke tangan pengguna atau pelanggan. Jadi, tanpa adanya tenaga penjual, sehebat apa pun strategi marketing yang digunakan, perusahaan tak bisa menjaring laba.

Besarnya peranan pekerja sales ini membuat posisi salesperson menjadi salah satu profesi yang paling dicari oleh perusahaan. Permintaan atas tenaga penjual ini boleh dibilang selalu ada. "Permintaan di posisi penjualan sangat besar," cetus Haryo.

Pengelola situs penyedia informasi lowongan kerja karier.com pun mengakui hal tersebut. Menurut karier.com, empat bidang pekerjaan yang paling banyak dicari oleh perusahaan adalah sales dan marketing, accounting dan finance, administrasi, serta teknologi informasi. Karena itu, peluang berkarier sebagai tenaga penjual di perusahaan selalu terbuka.

Jadi jangan buru-buru memalingkan muka dari profesi sales. Asal tahu saja, profesi ini justru menjanjikan peluang karier yang sangat cerah, lo. Sudah banyak sekali contoh orang-orang yang berasal dari divisi sales bisa naik ke jenjang karier berikutnya dengan cepat. Bahkan, banyak di antara mereka yang kemudian didapuk sebagai pimpinan perusahaan tersebut.

Salah satunya adalah Maurits Daniel Rudolf Lalisang. Di awal 1980-an, pria kelahiran Jakarta ini sempat menjadi salesman yang bertugas menawarkan produk-produk bikinan Unilever hingga keluar masuk pasar tradisional. Kini, Maurits adalah Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Tenaga penjual lain yang sukses mencapai puncak karier adalah Satoru Arai, Presiden Direktur Sony Indonesia.

Ketika pertama kali bergabung di Sony Corporation pada 1989, pria keturunan Jepang ini semula hanya salah seorang sales officer di perusahaan elektronik tersebut.

Profesi tenaga penjual bukan cuma menjanjikan jenjang karier yang menarik. Profesi ini bisa memberikan pemasukan yang lebih besar ketimbang profesi lainnya di sebuah perusahaan. "Potensi penghasilan seorang sales sangat besar dan cenderung tak terbatas, karena pada umumnya berbasis pada komisi," papar Gurning, Financial Planner dari Prudential Syariah.

Apakah anda siap menerima tantangan ?

Bank Syariah Pertama di Jerman segera lahir

 Bank Syariah Pertama di Jerman segera lahir


 Bank pembiayaan Turki, Kuveyt Turk, tengah mengajukan permohonan izin operasi di Jerman. Bila izin keluar, bank tesebut akan menjadi bank syariah pertama di kekuatan ekonomi terbesar di Eropa tersebut.

Chief Executive Kuveyt Turk, Ufuk Uyan, mengatakan kepada Reuters perusahaan tengah menunggu tanggapan dari pengawas keuangan Jerman, Bafin. Diharapkan proses aplikasi bisa selesai tahun depan sehingga perusahaan itu bisa segera beroperasi.

"Kami ingin membuka cabang di Jerman dan jika model ini berhasil kami berencana akan mempertimbangkan untuk membuka cabang di negara lain," kata Uyan, Kamis (29/11). Investasi awal untuk pembukaan satu cabang di Jerman mencapai 45 juta euro.

Sistem keuangan syariah merupakan sistem perbankan yang melarang adanya bunga dan spekulasi. Kuveyt Turk hadir untuk menekan permintaan kehadiran perbankan syariah 4 juta penduduk Eropa. Eropa merupakan wilayah dengan komunitas Muslim terbesar kedua di dunia.

Kebanyakan dari mereka berasal dari Turki. Ditambah lagi perbankan konvensional sudah meretakkan kepercayaan masyarakat karena tergerus krisis. "Kami ingin memainkan peran dalam pertumbuhan ini segmen kecil dan menengah," kata Uyan.

Kuveyt Turk memperkirakan peningkatan 30 persen dari deposito dan 15 persen untuk pembiayaan hingga akhir tahun ini. Pada 2013 perusahaan mengharapkan terdapat peningkatan sebesar 15 persen secara keseluruhan.

Uyan mengungkapkan perusahaan juga tengah merencanakan penambahan modal sekitar 950 juta lira atau 530 juta dolar tahun depan. Perusahaan yang baru saja menerbitkan sukuk 350 dolar ini berencana akan membentuk unit pensiun

Tips Memilih Bisnis yang Tepat

Tips Memilih Bisnis atau Profesi yang Tepat


Menurut guru kami Tung Desem Waringin , kebanyakan orang saat memilih pekerjaan ataupun bisnis sering kali terbalik, sering kali orang memilih yang paling mudah terlebih dahulu. Walaupun dia tidak suka atau pekerjaan tersebut tidak menghasilkan seperti yang dia inginkan, dia tetap saja memilih yang paling mudah.

Beliau mencontohkan, ketika orang lulus kuliah atau lulus sekolah, pertama kali pekerjaan apapun akan diterima, bahkan dia menekuninya, ataupun dipecat ataupun pensiun dia tidak mencari pekerjaan lain.

Kenapa? Karena dia mencari yang mudah. Dalam hidup ini kalau Anda mencari yang mudah, Anda dapat yang mudah tapi belum tentu menghasilkan, tapi kalau Anda mencari yang menghasilkan dan yang Anda suka, mendadak hidup Anda akhirnya jadi mudah.

Jadi, di dalam hidup ini, hal pertama yang harus diperhatikan dalam bisnis adalah harus memilih goal-goal yang kita inginkan seperti apa? Goal keuangan, goal apapun, goal kesehatan, goal waktu kita, goal relationship kita, goal intelektual kita, mental kita dan kemudian kita sadari goal-goal tadi kira - kira butuh uang berapa? Butuh biaya berapa?

Dan kemudian yang kedua, sadari goal - goal kita tadi butuh biaya berapa dan kapan. Dan dari biaya tersebut, kita hitung kita butuh uang tersebut hingga umur berapa.

Setelah melakukan hal tersebut, baru yang ketiga harus kita cari, bisnis - bisnis apa yang bisa menghasilkan ke arah sana dalam waktu yang seperti saya inginkan. Bisnis tadi bisa jadi banyak sekali, entah bisnis online ataupun offline, dan setelah ditulis, baru kita pilih mana yang kita suka. Kita harus memilih yang kita suka, karena kalau kita tidak suka, tidak bisa jalan.

Coba bayangkan: "Apakah Michael Jordan bisa sukses seperti hari ini, tapi ternyata sebenarnya dia tidak suka basket?" Tidak mungkin. "Apakah Madonna tidak suka nyanyi, tidak suka menari?". Tidak mungkin. Nah kita cari yang kita suka. Anda tanya: "Boleh tidak yang menghasilkan tapi kita tidak suka?". Jawabnya: "Boleh" dengan syarat: secepat mungkin kita delegasikan.

Terakhir, guru saya berpesan "Saran saya, cari yang Anda suka, tetapi menghasilkan. Kemudian dari yang menghasilkan dan Anda suka, baru pilih mana yang mudah dicapai".

Semoga bermanfaat, saya mengucapkan salam dahsyat penuh berkah!

Muhammad Rifai Gurning, CFT-TDW,